Anda di Musuhi Orang Lain Karena Kemampuan Anda ??? Ini Solusinya


Pernahkah anda mengalami hal semacam ini? Yaitu dimana anda tiba-tiba dibenci oleh teman anda, namun kebencian itu tidak ada sebab dan alasan yang pasti. Sedang anda sendiri juga tidak merasa melakukan kesalahan atau suatu hal yang membuatnya menjadi benci kepada anda. Dan anda pun juga masih bersikap seperti biasanya. Anda pun merasa bingung dan pastinya rasa ingin marah pun mencapai titik tertinggi. Perlu diketahui juga bahwa Kebencian adalah suatu perasaan yang terjadi akibat seseorang mendapatkan suatu masalah atau hal yang tidak disukainya. terlebih lagi jika kita mempunyai "sesuatu" yang di dimiliki yaa.. katakanlah SKILL hidup.. bagi orang yang biasa-biasa saja dan daam dirinya tertanam rasa iri hati maka akan membenci anda dan mencari "pasukan" untuk membenci anda.


Nah, Sebelum anda benar-benar mengeluarkan emosi dan amarah anda, sebaiknya anda berfikir terlebih dahulu apa yang akan anda dapat setelah anda marah. Daripada anda menyesal setelah marah-marah, lebih baik anda menghadapinya dengan cara yang "berpendidikan" seperti dibawah ini:


Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tafsir Surat Al ‘Ashr: Orang yang Sukses pada Diri dan Orang Lain

Bagaimanakah menjadi orang yang sukses? Sukses yang dimaksud di sini bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga bisa menyelamatkan orang lain. Sukses inilah yang selamat dari kerugian di dunia dan akhirat. Simak tafsir surat Al ‘Ashr berikut. Allah Ta’ala berfirman,


 وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3). 

Demi Masa Allah bersumpah dengan al ‘ashr, yang dimaksud adalah waktu atau umur. Karena umur inilah nikmat besar yang diberikan kepada manusia. Umur ini yang digunakan untuk beribadah kepada Allah. Karena sebab umur, manusia menjadi mulia dan jika Allah menetapkan, ia akan masuk surga. Manusia Benar-Benar dalam Kerugian Manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kerugian di sini adalah lawan dari keberuntungan. Kerugian sendiri ada dua macam kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah. Yang pertama, kerugian mutlak yaitu orang yang merugi di dunia dan akhirat. Ia luput dari nikmat dan mendapat siksa di neraka jahim. Yang kedua, kerugian dari sebagian sisi, bukan yang lainnya. Allah mengglobalkan kerugian pada setiap manusia kecuali yang punya empat sifat: (1) iman, (2) beramal sholeh, (3) saling menasehati dalam kebenaran, (4) saling menasehati dalam kesabaran. 

 1- Mereka yang Memiliki Iman 

Yang dimaksud dengan orang yang selamat dari kerugian yang pertama adalah yang memiliki iman. Syaikh As Sa’di menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah perintah beriman kepada Allah dan beriman kepada-Nya tidak diperoleh kecuali dengan ilmu. Iman itu diperoleh dari ilmu. Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata bahwa iman di dalamnya harus terdapat perkataan, amalan dan keyakinan. Keyakinan (i’tiqod) inilah ilmu. Karena ilmu berasal dari hati dan akal. Jadi orang yang berilmu jelas selamat dari kerugian. 

 2- Mereka yang Beramal Sholeh 

Yang dimaksud di sini adalah yang melakukan seluruh kebaikan yang lahir maupun yang batin, yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak manusia, yang wajib maupun yang sunnah. 

3- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kebenaran  

Yang dimaksud adalah saling menasehati dalam dua hal yang disebutkan sebelumnya. Mereka saling menasehati, memotivasi, dan mendorong untuk beriman dan melakukan amalan sholeh. 

4- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kesabaran 

Yaitu saling menasehati untuk bersabar dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhi maksiat, juga sabar dalam menghadapi takdir Allah yang dirasa menyakitkan. 

Karena sabar itu ada tiga macam: 

(1) sabar dalam melakukan ketaatan, 
(2) sabar dalam menjauhi maksiat, 
(3) sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa menyenangkan atau menyakitkan. 

Sukses pada Diri dan Orang Lain Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Dua hal yang pertama (iman dan amal sholeh) untuk menyempurnakan diri manusia. Sedangkan dua hal berikutnya untuk menyempurnakan orang lain. Seorang manusia menggapai kesempurnaan jika melakukan empat hal ini. Itulah manusia yang dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keberuntungan yang besar.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 934). Sudah Mencukupi dengan Surat Al ‘Ashr Seandainya Allah menjadikan hujjah hanya dengan surat Al ‘Ashr ini, maka itu sudah menjadikan hujjah kuat pada manusia. Jadi manusia semuanya berada dalam kerugian kecuali yang memiliki empat sifat: 

(1) berilmu, 
(2) beramal sholeh, 
(3) berdakwah, dan 
(4) bersabar. 

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata, 

 هذه السورة لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هي لكفتهم

 “Seandainya Allah menjadikan surat ini sebagai hujjah pada hamba-Nya, maka itu sudah mencukupi mereka.” 

Sebagaimana hal ini dinukil oleh Syaikh Muhammad At Tamimi dalam Kitab Tsalatsatul Ushul. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sukses dan selamat dari kerugian dunia lan akhirat. 


Referensi: 

1. Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsir Kalamil Mannan, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H. 
2. Naskah Tsalatsatul Ushul karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab dengan sanad dari guru kami, Syaikh Sholeh bin ‘Abdillah bin Hamad Al ‘Ushoimi 
3. Syarh Tsalatsatul Ushul, Syaikh Sholeh bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh, terbitan Maktabah Darul Hijaz, cetakan pertama, tahun 1433 H. — 


 Sumber : https://rumaysho.com/3483-tafsir-surat-al-ashr-orang-sukses-waktu.html
Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sedikit Kata-Kata Motivasi dan Kata-Kata Yang Sesuai dengan Keadaan


Entah apa yang terjadi, cuman pikiran tdak karuan dan seakan-akan akan terjadi hal besar yang mengerikan sampai bisa menulis ini  beberapa kalimat di bawah ini.

Menjadi Seorang Pendidik itu sangat berat, bagaimana tidak, selain dia harus mempertanggung jawabkan "ajaran"nya  dia juga harus mencatat setiap record dan progres dari anak didiknya.

Melakukan kesalahan sebesar elektron saja akan membuat seluruh dunia tahu hingga dihujat oleh mereka yang berlagak seperti malaikat, tapi pada saat melakukan kebaikan seluas lautan tidak ada seorang pun yang memberikan apresiasi. Memang sepertinya di zaman sekarang orang lebih mengingat kesalahan orang lain daripada kebaikan orang tersebut.

Tetapi menjadi seorang pendidik itu kudu ikhlas luar dan dalam, dimana harus mempunyai kelapangan hati setinggi langit dan kesabaran seluas samudera.

Harus siap menerima hal-hal yang terjadi, entah itu baik ataupun buruk.

Belum tentu setiap senyum manis itu ikhlas dan belum belum tentu setiap teguran keras itu adalah amarah.

Kadang mereka memuji sampai kita terbang ke angkasa, tapi tidak sedikit pula yang menghempaskan keras ke Bumi lagi setelah pujiannya itu.


Selengkapnya...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Prev
Learn, Fill The Blank and Enjoy The Blog, Don't Forget To Leave Comment. by Rocky Sahbas Fauzy